<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mykhadijah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://mykhadijah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mykhadijah.wordpress.com</link>
	<description>Menata diri dengan ilmu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2008 15:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mykhadijah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mykhadijah's Weblog</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mykhadijah.wordpress.com/osd.xml" title="Mykhadijah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mykhadijah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BAGAIMANA HUKUMNYA MEMAKSA ANAK PEREMPUAN MENIKAH</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/30/bagaimana-hukumnya-memaksa-anak-perempuan-menikah/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/30/bagaimana-hukumnya-memaksa-anak-perempuan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah seputar pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Menggapai keluarga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[hak perempuan dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hak wanita]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[memaksa]]></category>
		<category><![CDATA[menikahkan]]></category>
		<category><![CDATA[menikahkan anak gadis]]></category>
		<category><![CDATA[menikahkan anak perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Tak jarang, kita mendengarkan anak perempuan dipaksa menikah oleh orang tuanya. Bagaimana sesungguhnya Islam memandang hak perempuan dalam hal ini? Berikut fatwa ulama besar Saudi, Syaikh bin Baz Rahimahullah ketika ditanya mengenai hal ini.. Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah boleh bagi seorang ayah memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=41&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Tak jarang, kita mendengarkan anak perempuan dipaksa menikah oleh orang tuanya. Bagaimana sesungguhnya Islam  memandang hak perempuan dalam hal ini? Berikut fatwa ulama besar Saudi, Syaikh bin Baz Rahimahullah ketika ditanya mengenai hal ini..</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah boleh bagi seorang ayah memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak ia suka ?</p>
<p>Jawaban.<br />
Tidak ada hak bagi seorang ayah ataupun yang lain memaksa putrinya menikah dengan lelaki yang tidak disukainya, melainkan harus berdasarkan izin darinya, karena Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihin wa sallam telah bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat, dan wanita gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin darinya. Para sahabat bertanya, &#8216;Ya Rasulullah, bagaimana izinnya ?&#8217; Beliau menjawab : &#8216;Ia diam&#8221;. [Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Di dalam redaksi lain beliau bersabda : &#8220;Dan izinnya adalah diamnya&#8221;</p>
<p>Redaksi lain menyebutkan.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan perempuan gadis itu dimintai izin oleh ayahnya mengenai dirinya, dan izinnya adalah diamnya&#8221;.</p>
<p>Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari &#8216;Aisyah ra, ia berkata, &#8220;Rasulullah bersabda, wanita gadis itu dimintai izin,&#8221; aku berkata, &#8220;Sesungguhnya wanita gadis itu hisa dimintai izin tetapi ia pemalu. Nabi menjawab, &#8220;Izinnya adalah diamnya.&#8221; Oleh karena itu ulama&#8217; mengatakan.&#8221; Sebaiknya wanita gadis itu diberi tahu bahwa diamnya itu berarti izinnya.&#8221;</p>
<p>Dari Khansa binti Khaddam Al Anshariyah, &#8220;Sesungguhnya ayahnya menikahkan dia, sedangkan dia seorang janda maka ia tidak suka pernikahan itu, kemudian datang kepada Rasulullah maka Rasulullah menolak pernikahannya (HR. Al Jama&#8217;ah kecuali Muslim).</p>
<p>Dari Ibnu Abbas RA, &#8220;Sesungguhnya ada seorang wanita (gadis) datang kepada Rasulullah kemudian menceritakan bahwa ayahnya telah menikahkan dia, tetapi dia tidak suka (pernikahan itu), maka Nabi SAW menyuruh dia untuk memilih (dilanjutkan atau tidak).&#8221; (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align:center;">Kesimpulannya : Islam memberikan hak kepada wanita untuk memilih menerima atau menolak suatu pinangan. Dan melarang orang tua untuk memaksa anak perempuannya menikah dengan lelaki yang tak disukainya</p>
<p style="text-align:left;">
Referensi : Al Manhaj.or.id dan media.isnet.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=41&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/30/bagaimana-hukumnya-memaksa-anak-perempuan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA FIQIH ZAKAT FITRAH?</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bagaimana-fiqih-zakat-fitrah/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bagaimana-fiqih-zakat-fitrah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 21:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[wahdah]]></category>
		<category><![CDATA[zakat fitrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Zakat Fitrah (Al Balagh Ed.62/Th.2/1427 H) Zakat fithrah merupakan zakat yang disyariatkan didalam Islam berupa satu sha’ dari makanan yang dikeluarkan seorang muslim di akhir Ramadhan, dalam rangka menampakkan rasa syukur atas nikmat Allah Ta’ala dalam berbuka dari Ramadhan dan penyempurnaannya. Oleh karena itu dinamakan sedekah fithrah atau zakat fithrah (Lihat Fatawa Ramadhan 2:901). Hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=38&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Zakat Fitrah<br />
(Al Balagh Ed.62/Th.2/1427 H)</strong></p>
<p align="justify">Zakat fithrah  merupakan zakat yang disyariatkan didalam Islam berupa satu sha’ dari makanan yang dikeluarkan seorang muslim di akhir Ramadhan, dalam rangka menampakkan rasa syukur atas nikmat Allah Ta’ala dalam berbuka dari Ramadhan dan penyempurnaannya. Oleh karena itu  dinamakan sedekah fithrah atau zakat fithrah (Lihat Fatawa Ramadhan 2:901).</p>
<p align="justify">
<strong><span style="text-decoration:underline;">Hukum Zakat Fithrah<br />
</span></strong>Zakat fithrah merupakan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum muslim dan wajib dikeluarkan oleh seorang muslim baik laki-laki atau perempuan, besar, kecil, budak atau merdeka, hal ini berdasarkan beberapa dalil:<br />
<span id="more-38"></span><br />
1. Hadits Ibnu ‘Umar Radiallahu ‘anhu:<br />
beliau berkata “Rasulullah Sallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadhan sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas hamba merdeka laki-laki, perempuan, kecil maupun dewasa dari orang Islam” (HR. Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>2. Hadits Abu Sa’id  Al-Khudry Radiallahu ‘anhu<br />
“Kami dahulu pada zaman Nabi memberikan (zakat fithrah) satu sha’ dari makanan atau satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum atau kismis (anggur kering)” (HR. Bukhari).</p>
<p align="justify">3. Hadits Ibnu Abbas Radiallahu ‘anhu :”Rasulullah Sallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mewajibkan zakat fithrah itu sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan orang yang miskin …” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Daraquthni dan Hakim)</p>
<p>4. Perkataan Sa’id bin Musayyib dan ‘Umar bin Abdul Aziz Radiallahu ‘anhuma dalam menafsirkan Firman Allah Ta’ala:<br />
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman)” (QS Al ‘Ala :14) mereka menafsirkan dengan “Zakat Fithrah”.</p>
<p>5. Ijma’ yang dinukil Ibnu Qudamah dari Ibnul Mundzir , beliau berkata : “Telah bersepakat setiap ahli ilmu bahwa zakat fithrah adalah wajib” (Lihat Al-Mughny 3:80)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Hikmah Zakat Fithrah</span></strong><br />
1.Dia merupakan zakat untuk tubuh yang telah diberi kehidupan tahun tersebut.</p>
<p>2.Merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah dilimpahkan kepada orang yang berpuasa.</p>
<p>3.Menjadi makanan bagi fakir miskin dan pembersih bagi orang yang berpuasa dari hal-hal yang mengurangi kesempurnaannya pada bulan Ramadhan (Lihat Fatawa Ramadhan 2:909-911)</p>
<p>4.Mengobati penyakit hati,  diri pribadi dan sosial seperti : Bakhil, egois, rakus, tamak, iri, cinta dunia, bahkan permusuhan, penjarahan, kerusuhan, profokasi dan lain-lain.</p>
<p>5.Memberikan jaminan kecukupan bagi fakir miskin minimal dihari itu dari kesusahan dan meminta-minta, menambah kemakmuran sehingga teratasi hak-haknya.</p>
<p>6.Mewujudkan keamanan masyarakat yang rukun, harmonis, saling menolong dan mencukupi dalam kebajikan sehingga terwujud cinta dan iman yang hakiki, maka sukseslah hidup/ pembangunan sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf 17:96)  (Waznin Mahfudh)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pembayaran Zakat Fithrah Dan Ukurannnya</strong></span><br />
Diwajibkan bagi semua golongan yang disebut dalam hadits-hadits diatas untuk membayar zakat fithrah  (anak-anak, orang dewasa, laki-laki, perempuan, orang merdeka maupun budak). Yaitu semua orang Islam yang mampu untuk membayar.</p>
<p>Adapun ukuran zakat fithrah adalah satu sha’ dari makan pokok yang setara kurang lebih 3 Kg beras, demikian pendapat syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz Rahimahullah (lihat fatwa Ramadhan 2:925-926).</p>
<p align="justify"><strong><span style="text-decoration:underline;">Jenis Zakat Dan Yang Berhak Menerimanya</span></strong><br />
Adapun jenis-jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithrah ialah makanan pokok penduduk tersebut seperti : Kurma, gandum, beras, kismis, keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia.<br />
Dan Nabi Sallalahu ‘Alaihi Wasallam telah mewajibkan zakat fithrah satu sha’ dari kurma atau gandum karena itulah makanan pokok penduduk  Madinah, dan seandainya itu bukan makananan pokoknya tentu beliau tidak membebani mereka untuk mengeluarkan zakat dari makanan yang bukan  makanan pokok mereka.<br />
Hal ini disandarkan kepada perkataan Abu Sai’d Al-Khudri radiallahu ‘anhu:<br />
“Dan makanan kami adalah gandum, kismis, aqith (susu kering/ keju) dan kurma” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p align="justify"><strong><span style="text-decoration:underline;">Waktu Pembayaran Zakat Fithrah</span></strong><br />
Waktu wajib membayar zakat fithrah ialah ketika terbenamnya matahari pada malam hari raya. Maka barang siapa yang memiliki kemampuan untuk membayarnya pada waktu itu, maka ia wajib melaksanakannya. Dengan demikian bila seseorang lahir setelah terbenamnya matahari, sekalipun beberapa menit maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrahnya dan jika ia lahir sebelum terbenamnya matahari maka wajib dibayarkan zakat fithrihnya.</p>
<p>Akan tetapi waktu yang paling utama untuk pembayaran zakat fithrah adalah setelah terbit fajar sebelum shalat ‘Idul fitri berlangsung. Berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar radiallahu ‘anhu  :“Bahwasanya Nabi Sallalahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan membayar zakat fithrah sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘Ied” (HR. Muslim dan lainnya).</p>
<p>Demikian pula hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas  Radiallahu ‘anhu :“…Maka barangsiapa yang menunaikan (zakat fitrah) sebelum shalat (‘Ied) maka itulah zakat yang diterima dan siapa yang menunaikannya setelah shalat (‘Ied) maka termasuk sedekah biasa” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Daraquthni dan Hakim menshahihkannya demikian pula Syekh Al Albani menghasankannya dalam Al-Irwa’ no. 843)<br />
Dan dibolehkan membayar zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum ‘Ied, sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu ‘Umar  radiallahu ‘anhu   yang diriwayatkan dari Nafi’ ia berkata :“Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithrah untuk anak-anak dan orang dewasa, dan jika beliau membayarkan zakat fithrah anakku, beliau berikan kepada yang berhak menerimanya. Dan mereka membayar zakat fithrah itu sehari atau dua hari sebelum ‘Ied” (HR. Bukhari)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Fithrah Dan Tempat Mengeluarkannya<br />
</span></strong> Golongan yang berhak menerima zakat fithrih adalah fakir miskin sebagaimana yang disebutkan dalam hadits terdahulu. Zakat fithrih itu dibayarkan kepada beberapa orang fakir atau kepada satu orang miskin saja, karena Nabi Sallalahu ‘Alaihi Wasallam hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah orang yang menerimanya.</p>
<p>Sebagian ahli fiqhi berpendapat zakat fithrah juga untuk fakir, miskin, amil, muallaf, budak yang ingin merdeka, orang yang berutang, pejuang agama Allah Ta’ala, musafir yang butuh bekal. Sebagaimana yang disebutkan didalam surat At Taubah ayat 60 (Al-Mughny 4:314)<br />
Namun yang rajih (benar) -Wallahu ‘Alam- bahwa zakat fithrah hanya diperuntukkan kepada fakir miskin saja sesuai dengan hadits-hadits dari Rasulullah Sallalahu ‘Alaihi Wasallam. Sedang sadaqah dalam surah At Taubah ayat 60 adalah untuk zakat/ shadaqah yang umum/ maal (Lihat Majmuatul Fatawa 13:42) .</p>
<p>Adapun tempat mengeluarkan zakat fithrih adalah di daerah tempat sendiri, kecuali bila orang-orang fakir dan miskin negeri tersebut telah terpenuhi sedang di daerah lain banyak fakir miskin atau yang lebih membutuhkan, maka boleh dipindah ke daerah tersebut.</p>
<p>Mengenai pembayaran zakat fithrah yang biasa dilakukan orang di zaman sekarang yaitu dengan menggantinya dengan uang yang senilai dengan harga makanan tersebut, tidak pernah dilakukan  oleh Rasulullah Sallalahu ‘Alaihi Wasallam dan para shahabatnya  yang mana mereka membayar zakat fithrah dengan satu sha’ makanan tidak dengan yang lain dan hal ini juga menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah.  Rasulullah Sallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :<br />
“Barang siapa melakukan amalan yang tidak ada perintah dari kami atasnya maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim). Wallahu a’lam</p>
<p align="justify">sumber : www.wahdah.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=38&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bagaimana-fiqih-zakat-fitrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Istri Bergaji Lebih Tinggi</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bila-istri-bergaji-lebih-tinggi/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bila-istri-bergaji-lebih-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 21:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai keluarga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[gaji istri lebuh tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[menyakiti suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[SERINGKALI, istri bergaji lebih tinggi menimbulkan persoalan pada suami. Apalagi di dunia timur tempat kita berpijak masih menganut nilai-nilai bahwa lelaki adalah pemimpin dan perempuan cuma pengikut. Hingga, dalam kehidupan perkawinan, suami menempati “kedudukan” tertinggi, yakni sebagai kepala keluarga dan bertugas mencari nafkah, sedangkan istri mengurus anak dan keluarga. Sekalipun tuntutan jaman sudah bergeser ­istri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=36&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Bila Istri Bergaji Lebih Tinggi" rel="bookmark" href="http://artikelbaru.com/bila-istri-bergaji-lebih-tinggi"><br />
</a></h2>
<div class="entry">
<p><strong>SERINGKALI</strong>, istri bergaji lebih tinggi menimbulkan persoalan pada suami. Apalagi di dunia timur tempat kita berpijak masih menganut nilai-nilai bahwa lelaki adalah pemimpin dan perempuan cuma pengikut. Hingga, dalam kehidupan perkawinan, suami menempati “kedudukan” tertinggi, yakni sebagai kepala keluarga dan bertugas mencari nafkah, sedangkan istri mengurus anak dan keluarga. Sekalipun tuntutan jaman sudah bergeser ­istri pun harus mampu mencari nafkah dan suami mampu mengurus keluarga-, tapi nilai-nilai lama tersebut tak lantas menjadi luntur atau hilang sama sekali.<br />
<span id="more-36"></span></p>
<p>Itu sebab, bagi kebanyakan suami, penghasilan jadi amat berarti, bahkan identik dengan harga dirinya sebagai kepala keluarga. Hingga, penghasilan istrinya yang lebih tinggi membuatnya khawatir tak memperoleh pengakuan dari dunia, dan bukan tak mungkin menjadikannya ngotot untuk mendapatkan penghasilan maksimal. Sementara bekerja buat istri bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, hingga beban dan tuntutannya pun tak seberat yang disandang suami. Jadi, bisa dimaklumi bila soal gaji istri yang lebih tinggi amat sensitif untuk suami, sampai-sampai mengganggu hubungan antara suami-istri itu sendiri.</p>
<p>Padahal, bilang Sri Triatri, Psi., penghasilan istri yang lebih tinggi harus disyukuri sebagai berkah bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam bahasa lain, suami tak perlu minder atau malah berkembang menjadi bibit konflik berkepanjangan di antara mereka. “Banyak juga, kan, suami-istri yang bisa tetap hidup rukun dan damai meski jelas-jelas si istri bergaji lebih tinggi?” ujar pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta, ini. Hanya memang, untuk sampai ke situ diperlukan relasi yang positif antara suami-istri dan kedewasaan dari kedua belah pihak. Hingga, tuntutan sosial tadi tak jadi bumerang buat si suami.</p>
<p><strong>TAK PERCAYA DIRI</strong></p>
<p>Intinya, minder-tidaknya suami amat tergantung dari kepribadian suami-istri itu sendiri dan sikap serta perlakuan masing-masing terhadap pasangannya. “Kalau istri rajin mengomel dan gemar mencerca, suami yang normal pun lama-lama akan minder. Sementara suami yang kurang PD alias tak percaya diri tetap saja dibayangi rasa rendah diri, kendati istrinya sama sekali tak pernah mempersoalkan gajinya yang lebih tinggi,” tutur Tya, sapaan akrab psikolog ini.</p>
<p>Jadi, suami yang kurang atau malah tak memiliki rasa percaya diri dan konsep harga dirinya rendah, umumnya juga kurang mampu membina hubungan interpersonal yang baik dengan siapa saja, bukan cuma dengan istrinya. Pria tipe begini, lanjut Tya, bila memiliki istri berkedudukan/bergaji lebih tinggi, biasanya akan menjadikan dirinya makin merasa tak berarti. Celakanya, dalam keadaan seperti itu tiap manusia, termasuk suami, memiliki beragam defense untuk mempertahankan harga dirinya yang bisa berkembang menjadi konflik tak terselesaikan.</p>
<p>Sementara istri yang cenderung meremehkan suami, menurut Tya, boleh jadi karena sejak kecil tak pernah melihat banyak uang atau merasakan kemewahan. Hingga, di saat mendapat kelimpahan materi, ia cenderung gampang lupa. Meski bukan tak mungkin suami-istri tersebut sebetulnya memang sudah bermasalah dan enggan mencari solusi yang sehat. Hingga, si istri sengaja menggunakan kesempatan dan cara-cara tersebut untuk balas dendam atau menyakiti suaminya. Padahal, “kalau ada sesuatu yang tak beres, kan, harusnya dikomunikasikan, bukan malah mencari jalan keluar ngawur semacam itu.”</p>
<p>Faktor lain, istri dominan. “Istri model ini umumnya memiliki need of power yang tinggi dan tak bisa mengendalikan emosi.” Hati-hati, lo, Bu, dominasi istri, menurut Tya, bisa mendorong suami mencari perempuan lain yang membuat dirinya merasa dihargai sebagai lelaki. Sekalipun ia mesti menghamburkan uang untuk “membeli” pengakuan tadi, misal.</p>
<p>Namun, Tya yakin, jika masalah di antara suami-istri cuma sebatas gaji, dampaknya takkan separah itu. “Seberapa pun harga dirinya tersinggung, suami yang bersikap dewasa pasti mampu mengontrol dirinya, hingga takkan melakukan cara-cara liar seperti tadi sebagai jalan keluar. Ia malah akan lebih concern untuk bicara pada istrinya kala si istri mulai menampakkan perilaku yang kurang menyenangkannya.” Begitu juga istri yang dewasa, akan menegur dengan gaya bicara yang menyenangkan saat merasa tak nyaman dengan kondisi suaminya. “Jadi, bukan berupa kritik pedas yang menyudutkan apalagi menjatuhkan atau menghancurkan.”</p>
<p><strong>JANGAN MEMBANDINGKAN</strong></p>
<p>Sebetulnya, bilang Tya, istri bisa “membaca” kondisi hati suami yang tersinggung; dari kata-kata terkesan lebih ketus, wajah yang kelihatan tegang, sampai penampilan yang lebih murung, diam dan cenderung menarik diri. Nah, bila menemukan tanda-tanda seperti itu tanpa sebab jelas, atau mengomel tentang kondisi di luar dirinya, itulah saat istri introspeksi diri. “Pasti ada ketaknyamanan dalam diri suami yang bisa ditelusuri sumbernya, apakah dari dalam dirinya, dalam keluarga atau pekerjaan di kantor.”</p>
<p>Sementara untuk menumbuhkan kepercayaan diri suami yang minder, bisa ditempuh dengan berbagai hal. Di antaranya, memberi kesempatan untuk melakukan kegiatan lain yang menumbuhkan kebanggaan diri. Di lingkungan masyarakat sekitar, siapa tahu ia bisa memegang jabatan tertentu yang positif dan potensial meningkatkan harga dirinya, misal. Atau, beri kesempatan untuk berperan aktif dalam keluarga. Misal, anak ingin tahu lebih banyak tentang komputer, sarankan untuk bertanya pada bapaknya. Sekalipun si ibu tak gagap teknologi, kerendahan hati ini juga akan membuat anak percaya bahwa bapaknya bila melakukan sesuatu yang istimewa dan memberi kebanggaan.</p>
<p>Tak kalah penting, lanjut Tya, jangan membandingkan atau malah memaksakan kesuksesan kita pada suami. “Setiap manusia seyogyanya bisa meng-organize mana pikiran-pikiran yang harus dikembangkan dan mana yang tidak, mana yang perlu diberi atensi dan mana pula yang tidak.” Meski boleh jadi kita mengutarakan perbandingan itu untuk memotivasi atau memacu suami agar sama-sama berprestasi. Soalnya, baik istri maupun suami tak dibenarkan berpikir untuk mengubah pasangan. Justru yang harus dikembangkan adalah sikap menerima pasangan apa adanya. “Kesediaan menerima pasangan apa adanya bisa menjadi perekat hubungan di antara suami-istri.”</p>
<p>Istri pun harus bisa mengontrol tindakan-tindakannya dengan tegas-tegas memisahkan perannya di kantor dan di rumah tangga. “Jangan sampai mentang-mentang jadi pimpinan di kantor, lantas bossy di rumah. Karena perannya memang berbeda, maka tugas dan kewajibannya, kan, juga berlainan. Di rumah, ia tetaplah istri pendamping suami.”</p>
<p><strong>PENTINGNYA KETERBUKAAN</strong></p>
<p>Harusnya, kata Tya lebih lanjut, kemungkinan munculnya konflik gara-gara istri bergaji lebih tinggi sudah disadari dan dibicarakan sejak awal, bahkan sebelum memutuskan untuk menikah. Dengan begitu masing-masing sudah punya visi bagaimana cara menghadapinya, semisal membuat komitmen-komitmen seputar hal itu. Apalagi bila (calon) istri memang berpendidikan tinggi, memiliki motivasi kuat dan berpeluang maju, sementara karir suami cenderung mentok. Belum lagi kenyataan bahwa wanita kini relatif lebih mudah mencari pekerjaan dibanding pria diberbagai bidang pekerjaan.</p>
<p>Jikapun kesadaran ini baru muncul setelah menikah, pun bukan merupakan kesalahan fatal yang tak bisa dikoreksi karena masih bisa dibicarakan. “Tapi ngomong-nya jangan langsung to the point, meski juga bukan sambil lalu. Melainkan dalam rangka membicarakan hal lain, misal, kala membicarakan pengelolaan pengeluaran.” Contoh, “Buat belanja kebutuhan sehari-hari, sebaiknya gaji Mama, deh. Gaji Papa untuk tabungan, kebutuhan mendadak atau keperluan yang membutuhkan dana tak sedikit seperti beli rumah atau kendaraan.”</p>
<p>Jika inisiatif untuk ber-sharing dari masing-masing cukup tinggi, kata Tya, biasanya pembicaraan lebih enak dan terbuka. Kalaupun terasa sulit, tetap harus diupayakan pembicaraan serupa. “Jangan pernah merasa lelah untuk mencoba menjalin komunikasi, termasuk mengenali keinginan dan kebutuhan pasangan,” anjurnya.</p>
<p>Selain itu, tambahnya, kesediaan masing-masing pihak untuk terbuka mengenai pemasukan dan pengeluarannya juga amat dituntut. Minimal masing-masing tahu berapa kira-kira pemasukan pasangannya. Kendati, “Enggak usah persis detailnya atau tiap bulan harus setor slip gaji.” Dengan modal ini, mereka berdua bisa memprediksi pengelolaan ekonomi rumah tangga.</p>
<p>Menurut Tya, bila hal ini sudah dibiasakan sejak awal, meski bergaji lebih tinggi, istri takkan dengan enteng bilang, “Ah, ini uangku, kok! Aku boleh, dong, beli apa saja sesukaku!” Suami pun tak lantas ongkang-ongkang kaki mengandalkan gaji istrinya untuk membiayai rumah tangga mereka, sementara gajinya sendiri lebih sering dikirim untuk membiayai adik-adiknya atau hal-hal lain. “Pola-pola pembelanjaan seperti itu tak bisa dibenarkan dalam relasi suami-istri. Sebab, kecenderungan masing-masing untuk berjalan sesukanya sendiri-sendiri inilah yang menjadi bibit-bibit pertengkaran suami-istri.”</p>
<p>Jikapun istri ingin membeli benda-benda yang tak kelewat perlu tapi harganya relatif sangat mahal, seperti parfum dan perhiasan dengan uang gajinya sendiri, boleh-boleh saja asalkan tetap harus dibicarakan dengan suami. Begitu pun bila suami ingin mengirim bantuan untuk siapa pun mesti “seijin” istri</p>
<p><strong>Penulis : Th. Puspayanti.</strong></p>
<p>Sumber : Kompas.com</p>
<p>Diambil dari : artikel baru.com</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=36&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/29/bila-istri-bergaji-lebih-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Produk Susu Cina yang Dilarang</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/daftar-produk-susu-cina-yang-dilarang/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/daftar-produk-susu-cina-yang-dilarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 16:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[susu cina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat tidak mengonsumsi produk dengan merek di bawah ini, sebelum ada penjelasan tentang hasil pengujian dari BPOM. Berikut daftar produk makanan mengandung susu asal Cina yang terdaftar di(BPOM). 1.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509001378 2.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509002378 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=32&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- google_ad_section_start -->Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat tidak mengonsumsi produk dengan merek di bawah ini, sebelum ada penjelasan tentang hasil pengujian dari BPOM.<br />
<span id="more-32"></span><br />
Berikut daftar produk makanan mengandung susu asal Cina yang terdaftar di(BPOM).<br />
1.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509001378<br />
2.Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509002378<br />
3. Jinwei Yougoo, susu fermentasi, nomor registrasi ML 206509003378<br />
4. Guozhen, susu bubuk full cream, nomor registrasi ML 805309001478<br />
5.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509001116<br />
6.Meiji Indoeskrim Gold Monas, es krim, nomor registrasi ML 305509002116<br />
7. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 227109001450<br />
8. Oreo, stick wafer, nomor registrasi ML 827109001450<br />
9. Oreo, chocolate sandwich cookie, nomor registrasi ML 227109001552<br />
10. M&amp;M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409005385<br />
11. M&amp;M`s, kembang gula, nomor registrasi ML 237409002385<br />
12. Snickers, biskuit, nomor registrasi ML 227109009385<br />
13. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409001385<br />
14. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409003385<br />
15. Dove Choc, kembang gula, nomor registrasi ML 237409004385<br />
16. Merry X-Mas, kembang gula, nomor registrasi ML 238409003311<br />
17. Penguin, kembang gula, nomor registrasi ML 238409005311<br />
18. Nestle Nesvita Materna, makanan ibu hamil dan ibu menyusui, nomor registrasi ML 862109001322<br />
19. Nestle Milkmaid, selai susu, nomor registrasi ML 234709002206</p>
<p>Namun produk dengan merek yang sama yang diproduksi di dalam negeri dengan kode nomor registrasi MD tetap boleh beredar dan dikonsumsi.</p>
<p>Selain mengeluarkan keterangan tentang merek produk Cina yang terdaftar, BPOM juga mengumumkan produk Cina mengandung melamin yang diumumkan oleh Agri-Food and Veterinary Authority (AVA) Singapura.</p>
<p>Ketigabelas produk tersebut adalah:<br />
1. Natural Choice, Yoghurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit<br />
2. Yili Bean Club, Matcha Red Bean Ice Bar<br />
3. Yili Bean Club, Red Bean Ice Bar<br />
4. Yili Prestige Chocliz, Dark Chocolate Bar<br />
5. Yili Super Bean, Red Bean Chestnut Ice Bar<br />
6. Nestle Dairy Farm, susu UHT<br />
7. Yili High Calcium, susu rendah lemak<br />
8. Yili High Calcium, susu<br />
9. Yili 250 ml, Pure Milk<br />
10. Yili 1 liter, Pure Milk<br />
11. Dutch Lady, Strawberry Flavoured Milk (Ex.Cina, Hongkong, Singapura)<br />
12. White Rabbit, kembang gula<br />
13. Yili Choice, Dairy Frozen Yoghurt Bar With Real Peach and Pineapple Fruit Pieces.<br />
(*)</p>
<p>Sumber : www.antara.co.id</p>
<p><!-- google_ad_section_end --></p>
<p class="cprt">COPYRIGHT © 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=32&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/daftar-produk-susu-cina-yang-dilarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MENJADI ISTRI SHALIHAH?</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/bagaimana-menjadi-istri-shalihah/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/bagaimana-menjadi-istri-shalihah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 16:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai keluarga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[istri idaman]]></category>
		<category><![CDATA[istri shalehah]]></category>
		<category><![CDATA[kelaurga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[kelaurga samara]]></category>
		<category><![CDATA[sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[AGAR PERNIKAHAN MENJADI AMAL SHALIH KITA 5 hari menjelang ramadhan berakhir kugunakan untuk instrospeksi diri, baik sebagai istri, ibu, pemimpin, anak, dan saudara. Dari hasi pencarian kebaikan, kutemukan tulisan yang sangat baik ini. Semoga aku diberikan taufiq oleh Allah untuk benar-benar mengamalkannya sehingga pernikahan benar-benar menjadi ladang menanam kebaikan untuk dituai di akhirat kelak. Amin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=25&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">AGAR PERNIKAHAN MENJADI AMAL SHALIH KITA</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:11pt;">5 hari menjelang ramadhan berakhir kugunakan untuk instrospeksi diri, baik sebagai istri, ibu, pemimpin, anak, dan saudara. Dari hasi pencarian kebaikan, kutemukan tulisan yang sangat baik ini. Semoga aku diberikan taufiq oleh Allah untuk benar-benar mengamalkannya sehingga pernikahan benar-benar menjadi ladang menanam kebaikan untuk dituai di akhirat kelak. Amin. Semoga bermanfaat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernikahan adalah kehidupan yang tidak ringan untuk dijalani. Kekecewan, kemarahan,kesedihan mengiringi gelak tawa bersama suami tercinta. Tak jarang kita harus menjalani episode mengorbankan perasaan demi membahagiakan suami. Alangkah ruginya jika semua jerih payah itu tidak membuat kita semakin bertaqwa dan meraih kedudukan yang tinggi di hadapan Allah ta’la. Terlebih lagi jika justru pernikahan itu yang membuat kita terseret ke neraka. Naudzubillah…</p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk itu kita butuh ilmu, agar tahu bagaimana caranya meraih surga melalui ibadah pernikahan. Berikut adalah langkah yang harus kita tempuh agar bisa menjadi istri shalihah, yang akan menuai pahala dan kedudukan yang tinggi dengan keshalihan itu..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal"><strong><em>[1]. Taat Kepada Suaminya</em></strong></p>
<p>Setelah wali atau orang tua sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:<br />
“Artinya : Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:<br />
“Artinya : Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya) , dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” [2]</p>
<p>Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga,<br />
“Artinya : Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” [3]</p>
<p>Dikisahkan pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang wanita yang datang dan mengadukan perlakuan suaminya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dari Hushain bin Mihshan, bahwasanya saudara perempuan dari bapaknya (yaitu bibinya) pernah mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena ada suatu keperluan. Setelah ia menyelesaikan keperluannya, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah bersuami?” Ia menjawab, “Sudah.” Beliau bertanya lagi, “Bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi (haknya) kecuali yang aku tidak mampu mengerjakannya.”<br />
Maka, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:<br />
“Artinya : Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.” [4]</p>
<p>Hadits ini menggambarkan perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk memperhatikan hak suami yang harus dipenuhi isterinya karena suami adalah Surga dan Neraka bagi isteri. Apabila isteri taat kepada suami, maka ia akan masuk Surga, tetapi jika ia mengabaikan hak suami, tidak taat kepada suami, maka dapat menyebabkan isteri terjatuh ke dalam jurang Neraka. Nasalullaahas salaamah wal ‘aafiyah.</p>
<p>Bahkan, dalam masalah berhubungan suami isteri pun, jika sang isteri menolak ajakan suaminya, maka ia akan dilaknat oleh Malaikat, sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Artinya : Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.” [5]</p>
<p>Dalam riwayat lain (Muslim) disebutkan: “sehingga ia kembali”. Dan dalam riwayat lain (Ahmad dan Muslim) disebutkan: “sehingga suaminya ridha kepadanya”.</p>
<p>Yang dimaksud “hingga kembali” yaitu hingga ia bertaubat dari perbuatan itu. [6]<br />
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (isteri) tetap tidak boleh menolak.” [7]</p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>[2]. Banyak Bersyukur Dan Tidak Banyak Menuntut</em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal">Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Artinya : Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’” [11]</p>
<p class="MsoNormal">Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:<br />
“Artinya : Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup).” [12]</p>
<p class="MsoNormal">Dalam hadits lain, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
“Artinya : Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni Neraka.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah yang selalu berbuat fasik itu?” Beliau menjawab, “ Para wanita.” Seorang Shahabat bertanya, “Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, saudari-saudari kita, dan isteri-isteri kita?” Beliau menjawab, “Benar. Akan tetapi apabila mereka diberi sesuatu, mereka tidak bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak bersabar.” [13]</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>[3]. Isteri Diperintahkan Untuk Tinggal Di Rumah Dan Mengurus Rumah Tangga Dengan Baik</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p>Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:<br />
“Artinya : Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al-Ahzaab : 33]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
“Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar, syaitan akan menghiasinya dari pandangan laki-laki.” [14]</p>
<p class="MsoNormal">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah berkata, “Tidak boleh baginya untuk keluar dari rumahnya kecuali mendapat izin dari suami. Seandainya ia keluar tanpa izin dari suaminya, maka ia telah berlaku durhaka dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan wanita tersebut berhak mendapatkan hukuman.” [15]</p>
<p class="MsoNormal">bagi orang yang tidak bersyukur, maka Allah ‘Azza wa Jalla justru akan membuat dirinya seakan-akan serba kekurangan dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia dapatkan.</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Artinya : Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan jaga dirinya dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada dirinya.” [16]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memuji orang-orang yang qana’ah (merasa puas) dengan apa yang Allah Ta’ala karuniakan, beliau bersabda:<br />
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, rizkinya cukup, dan Allah memberikan kepuasan terhadap apa yang telah dikaruniakannya.” [17]</p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>[4]. Berhias Dan Mempercantik Diri Untuk Suami, Selalu Tersenyum Dan Tidak Bermuka Masam Di Hadapan Suaminya, Juga Jangan Sampai Ia Memperlihatkan Keadaan Yang Tidak Disukai Oleh Suaminya.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)- Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” [Ar-Ruum : 21]</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
“Artinya : Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” [19]</p>
<p><strong><em>[5]. Tidak Boleh Mengungkit-ungkit Apa Yang Pernah  Ia Berikan Dari Hartanya Kepada Suaminya Maupun Keluarganya</em></strong>.</p>
<p>Karena menyebut-nyebut pemberian dapat membatalkan pahala. Allah Ta’ala berfirman:<br />
“Artinya ; Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” [Al-Baqarah : 264]<br />
<strong><em>[6]. Tidak Menyakiti Suami, Baik Dengan Ucapan Maupun Perbuatan. </em></strong></p>
<p>Seorang isteri tidak boleh memanggil suami dengan kejelekan atau mencaci-makinya karena yang demikian itu dapat menyakiti hati suami.<br />
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“Artinya : Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya dari para bidadari Surga akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Celakalah dirimu! Karena ia hanya sejenak berkumpul denganmu yang kemudian meninggalkan- mu untuk kembali kepada kami.” [20]<br />
<strong><em>[7 Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Dan Kerabat Suami.</em></strong></p>
<p>Karena seorang isteri tidak dianggap berbuat baik kepada suaminya jika ia memperlakukan orang tua dan kerabatnya dengan kejelekan. Setiap isteri harus memperhatikan kedua orang tua suami dan berbuat baik kepada mereka.<br />
<strong><em>[8] Pandai Menjaga Rahasia Suami Dan Rahasia Rumah Tangga. Jangan Sekali-kali Ia Menyebarluaskannya</em></strong>.</p>
<p class="MsoNormal">Tidak boleh mengabarkan/ menceritakan suaminya kepada orang lain, tidak membocorkan rahasianya dan tidak membuka apa yang disembunyikan dan tidak membuka aib suaminya. Dan di antara rahasia yang paling dalam adalah perkara ranjang suami-isteri. Sungguh, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang hal itu.</p>
<p><strong><em>[9]. Isteri Harus Bersungguh-Sungguh Dalam Menjaga Keberlangsungan Rumah Tangga Bersama Suami-nya. </em></strong></p>
<p>Janganlah ia meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan.</p>
<p>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br />
“Artinya ; Siapa pun isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa alasan yang benar, maka ia tidak akan mencium aroma Surga.” [21]</p>
<p>Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam,<br />
“ Para isteri yang meminta cerai adalah orang-orang munafik.” [22]</p>
<p>[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]</p>
<p>[1]  Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 &#8211; al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998).</p>
<p>[2]  Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 1296 al-Mawaarid) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih Mawaariduzh Zham’aan (no. 1081).</p>
<p>[3]  Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XIX/140, no. 307) dan Mu’jamul Ausath (VI/301, no. 5644), juga an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa&#8217; (no. 257). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 287).</p>
<p>[4]  Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (VI/233, no. 17293), an-Nasa-i dalam ‘Isyratin Nisaa&#8217; (no. 77-83), Ahmad (IV/341), al-Hakim (II/189), al-Baihaqi (VII/291), dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi.</p>
<p>[5]  Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3237, 5193, 5194), Muslim (no. 1436), Ahmad (II/255, 348, 386, 439, 468, 480, 519, 538), Abu Dawud (no. 2141) an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa&#8217; (no. 84), ad-Darimi (II/149-150) dan al-Baihaqi (VII/292), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.</p>
<p>[6]   Fat-hul Baari (IX/294-295) .</p>
<p>[7]   Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1853), Ahmad (IV/381), Ibnu Hibban (no. 1290- al-Mawaarid) dari ‘Abdullah bin Abi Aufa radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Aadabuz Zifaaf (hal. 284).</p>
<p>[8]   Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5195), Muslim (no. 1026) dan Abu Dawud (no. 2458) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dan lafazh ini milik Muslim.</p>
<p>[9]   Syarah Shahiih Muslim (VII/115).</p>
<p>[10] Fat-hul Baari (IX/296).</p>
<p>[11] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 29, 1052, 5197) dan Muslim (no. 907 (17)), Abu ‘Awanah (II/379-380) , Malik (I/166-167, no. 2), an-Nasa-i (III/146, 147, 148) dan al-Baihaqi (VII/294), dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.</p>
<p>[12] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam Isyratin Nisaa&#8217; (no. 249), al-Baihaqi (VII/294), al-Hakim (II/190) dan ia berkata, “Hadits ini sanadnya shahih, namun al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 289).</p>
<p>[13] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/428, IV/604) dari Shahabat ‘Abdurrahman bin Syabl radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 3058)</p>
<p>[14] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1173), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 6690).</p>
<p>[15]  Majmuu&#8217; Fataawaa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (XXXII/281).</p>
<p>[16] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1427) dan Muslim (no. 1034). Lihat Fat-hul Baari (III/294), dari Shahabat Hakim bin Hizam radhiyallaahu ‘anhu</p>
<p>[17] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1054), dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma.</p>
<p>[18] Shahiih Washaaya Rasuul lin Nisaa&#8217; (hal. 469-470).</p>
<p>[19]  Hadits shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani, dari ‘Abdullah bin Salam. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 3299).</p>
<p>[20] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1174), dari Shahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu</p>
<p>[21] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2226) dan at-Tirmidzi (no. 1187, 2055) dari Shahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 2035).</p>
<p>[22] Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1186) dari Shahabat Tsauban radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 632) dan Shahiihul Jaami’ (no. 6681). Point 4-9 dinukil dari kitab al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz (hal. 305-309) secara ringkas.</p>
<p>Sumber : Assunnah-Qatar.com</p>
<p>Judul Asli : Ketaatan Isteri Kepada Suaminya</p>
<p><a href="http://www.almanhaj.or.id/">www.almanhaj.or.id</a><br />
Senin, 14 Januari 2008 07:51:05 WIB<br />
Oleh<br />
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</p>
<p class="MsoNormal"><span style="display:none;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=25&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/25/bagaimana-menjadi-istri-shalihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa hasil puasa kita?</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/24/apa-hasil-puasa-kita/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/24/apa-hasil-puasa-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 17:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyucian hati]]></category>
		<category><![CDATA[esensi puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hasil puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[untuk apa puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Berpuasa Hari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becak menuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya udara begitu segar, angin lembut menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu tak berlangsung lama, keheninganku terusik dengan suara kunyahan dari belakang, “Abang becak …?” Ya, kudapati ia tengah lahapnya menyuap potongan terakhir pisanggoreng di tangannya. Sementara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=15&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berpuasa Hari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becak menuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya udara begitu segar, angin lembut menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu tak berlangsung lama, keheninganku terusik dengan suara kunyahan dari belakang, “Abang becak …?” Ya, kudapati ia tengah lahapnya menyuap potongan terakhir pisanggoreng di tangannya. Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi. “Heeh, puasa-puasa begini seenaknya saja dia makan …,” gumamku.<br />
<span id="more-15"></span><br />
Rasa penasaranku semakin menjadi ketika ia mengambil satu lagi pisang goreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudi becaknya, dan … untuk kedua kalinya saya menelan ludah menyaksikan pemandangan yang bisa dianggap tidak sopan dilakukan pada<br />
saat kebanyakan orang tengah berpuasa.</p>
<p>“mmm …, Abang muslim bukan? tanyaku ragu-ragu. “Ya dik, saya muslim ..” jawabnya terengah sambil terus mengayuh. “Tapi kenapa abang tidak puasa? abang tahu kan ini bulan ramadhan.Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa. Kalau pun abang tidak berpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa. <span class="yshortcuts">Jadi</span> abang jangan seenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa ..” deras aliran kata keluar dari mulutku layaknya orang berceramah.</p>
<p>Tukang becak yang kutaksir berusia di atas empat puluh tahun itu menghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian <span class="yshortcuts">pisang goreng</span> itu masih menyumpal mulutnya. Sesaat kemudian ia berusaha menelannya sambil memperhatikan wajah garangku yang sejak tadi menghadap ke arahnya.</p>
<p>“Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narik becak. Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisang goreng ini makanan pertama abang sejak tiga hari ini.” Tanpa memberikan kesempatanku untuk memotongnya, “Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami sudah tak asing lagi dengan puasa,” jelas bapak tukang becak itu.<br />
“Maksud bapak?” mataku menerawang menunggu kalimat berikutnya. “Dua hari pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur dan berbuka. Kami berpuasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orang seperti adik berpuasa hanya sejak subuh hingga maghrib,<br />
sedangkan kami kadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya …”<br />
“Jadi …,” belum sempat kuteruskan kalimatku, “Orang-orang berpuasa hanya di bulan ramadhan, padahal kami terus berpuasa tanpa peduli bulan ramadhan atau bukan …”<br />
“Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang goreng ini, malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormati orang yang berpuasa, tapi…” kalimatnya terhenti seiring dengan tibanya saya di tempat tujuan.</p>
<p>Sungguh. Saya jadi menyesal telah menceramahinya tadi. Tidak semestinya saya bersikap demikian kepadanya. Seharusnya saya bisa melihat lebih ke dalam, betapa ia pun harus menanggung malu untuk makan di saat orang-orang berpuasa demi mengganjal perut laparnya.Karena jika perutnya tak terganjal mungkin roda becak ini pun takkan berputar ..<br />
Ah, kini seharusnya saya yang harus merasa malu dengan puasa saya sendiri? Bukankah salah satu hikmah puasa adalah <strong>kepedulian</strong>? Tapi kenapa orang-orang yang dekat dengan saya nampaknya luput <strong>dari perhatian dan kepedulian saya</strong></p>
<p>Sumber : theeqush.wordpress.com</p>
<p>Judul asli : Tak perlu ajari kami berpuasa</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=15&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/24/apa-hasil-puasa-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SENI MEMPERBAIKI DIRI</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/seni-memperbaiki-diri/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/seni-memperbaiki-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 22:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyucian hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit hti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, seseorang tidak akan berubah menjadi lebih baik, kecuali jika ia memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dirinya. 1. CARI PARTNER Janjian untuk saling menasehati, jika salah satunya berbuat yang dapat merusak hati Cara menyikapi kritik : Dengarkan saja walaupun pedis. Tidak usah membela diri. Kalau tidak, gagal usaha perbaikan diri kita. 2. CARI CERMIN Saudara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=7&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Saudaraku, seseorang tidak akan berubah menjadi lebih baik, kecuali jika ia memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dirinya. </strong></p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>1. <span> </span>CARI PARTNER</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Janjian untuk saling menasehati, jika salah satunya berbuat yang dapat merusak hati</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Cara menyikapi kritik : Dengarkan saja walaupun pedis. Tidak usah membela diri. Kalau tidak, gagal usaha perbaikan diri kita.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>2. CARI CERMIN</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Saudara adalah cermin bagi saudaranya yang lain. Lihat saudara kita. Apakah kebaikannya juga telah kita lakukan ? Apakah kesalahannya juga terjadi pada kita.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>3. MANFAATKAN ORANG YANG MEMBENCI KITA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>- Lihat bagaimana reaksi kita ketika kita disakiti. Apakah kita termasuk orang yang sabar atau tidak ? apakah kita masih ada keinginan dihargai atau tidak ?, dst. Kalau kita melihat kekurangan itu masih ada, cepatlah memperbaiki.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>- Orang yang membenci kita akan selalu berusaha mencari kesalahan kita. Jadi kita bisa hemat waktu untuk mencari-cari kekurangan kita, karena sudah ada orang yang siap menyampaikan kepada kita, apa yang masih menjadi kekurangan kita.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>- Orang yang benci kepada kita merupakan sarana latihan. misalnya : Latihan sabar, latihan memaafkan, latihan ikhlas, dst. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Jangan takut dihina, karena kita tidak hina karena orang lain, tapi kita hanya akan hina dengan perbuatan kita sendiri. Tidak ada yang bia menghinakan orang yang sudah dimuliakan Allah, dan tidak ada yang bisa mengangkat siapapun yang telah dihina oleh Allah. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> Disarikan dari ceramah aa gym<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><strong><span dir="ltr"> </span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=7&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/seni-memperbaiki-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa itu Syukur?</title>
		<link>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/apa-itu-syukur/</link>
		<comments>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/apa-itu-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 22:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mykhadijah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyucian hati]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit hati]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mykhadijah.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[BELAJAR BERTERIMA KASIH KEPADA ALLAH Syukur adalah kata yang sudah sering kita dengar. Dan telah lama kita ketahui. Penyebab orang merasa bersyukur pun beraneka ragam. Ada yang bersyukur karena lulus ujian, karena diberikan suara yang bagus, bodi yang ok, harta yang banyak, atau pun karena berhasil menjadi artis, model,dan lain-lain. Semuanya sama saja, bersyukur karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=5&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><strong>BELAJAR BERTERIMA KASIH KEPADA ALLAH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Syukur adalah kata yang sudah sering kita dengar. Dan telah lama kita ketahui. Penyebab orang merasa bersyukur pun beraneka ragam. Ada yang bersyukur karena lulus ujian, karena diberikan suara yang bagus, bodi yang ok, harta yang banyak, atau pun karena berhasil menjadi artis, model,dan lain-lain. Semuanya sama saja, bersyukur karena Allah memberikan apa yang ia inginkan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Ungkapan syukurnya pun bermacam-macam. Yang bersuara bagus mengungkpkan syukurnya dengan menelurkan album bernuansa agama. &#8221; Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan rezeki yang banyak dari Allah dari suara saya. Jadi sebagai bentuk syukur, saya ingin mengeluarkan album yang mengagungkan kebesaran Allah&#8221; kata seorang penyanyi ketika ditanya alasannya menegapa mengeluarkan album bernuansa Islam. Yang tak kalah seru adalah ketika seorang gadis bersujud syukur setelah &#8220;berhasil&#8221; lolos audisi sebagai model (yang untuk lolos, ia harus rela berpakaian sangat minim). <span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Di sisi yang lain, ada juga yang merasa sudah bersyukur hanya dengan mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkan nikmat dari Allah. Lantas, bagaimana sesungguhnya cara mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada Allah ?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span></strong></p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kembali kepada makna <span> </span>syukur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Syukur dalam bahasa Arab berarti tampaknya secara fisik akibat seuatu yang baru saja dilakukannya. Misalnya dikatakan :&#8221; Daabbah syakura&#8221;, maksudnya : binatang melata yang menjadi gemuk yaitu kelihatan padanya tanda-tanda kegemukan setelah ia mendapatkan makanan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Adapun syukur dalam terminology Islam bermakna : menampakkan bekas-bekas nikmat Allah dengan mencintai-Nya dalam hati, memuji-Nya dengan lisan dan berserah diri kepada-Nya dengan anggota badan.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span><span> </span>Jadi syukur memiliki 3 rukun, yang jika salah satunya tidak ada, maka kita tidak bisa dikatakan bersyukur, yaitu ;</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Mensyukuri nikmat      itu secara bathiniyah, dengan mengakui bahwa itu semuanya dari Allah</strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong>Mensyukuri nikmat secara      lisan, dengan mengucapkan Alhamdulillah</strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong>Menggunakannya sebagaimana      tujuannya diciptakan dan tidak menggunakannya di jalan yang dibenci-Nya.      Mata diciptakan untuk melihat tanda – tanda kebesaran <span> </span>Allah (bukan untuk dipakai melihat      hal-hal yang diharamkan!), badan untuk dipakai beribadah, lisan diciptakan      untuk beribadah, hati diciptakan untuk memahami tanda-tanda kebesaran      Allah (bukan untuk memendam cinta yang diharamkan!), dan pendengaran      diciptakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah (QS. 7 : 179)</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Jadi jika mendapatkan nikmat, lalu kita mengucapkan hamdalah tapi nikmat itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, justru dipakai di jalan yang Allah benci, itu berarti kita belum bersyukur.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Ketika anda mendapatkan nikmat, misalnya penghargaan, namun merasa itu adalah hasil kerja keras kita bukan dari Allah, lalu yang keluar dari lisan kita adalah ungkapan penuh ujub memuji diri sendiri, bukan memuji Allah, maka sebenarnya kita masih jauh dari sifat syukur.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span>Atau ketika nikmat itu sudah diraih namun justru celaan yang kita ungkapkan (misalnya : mencela hidungnya yang tidak seperti yang ia inginkan,dst) maka anda sudah gagal total menjadi &#8220;abdan syakuura&#8221;. </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Terlalu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Mulai dari<span> </span>nikmat yang bersifat zhahir (harta, tempat tinggal, dst), maupun yang bersifat bathin ( keimanan, ditutupnya aib, waktu, keamanan, dan masih banyak lagi)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Syukur, kewajiban yang terlupakan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kita mungkin takut untuk meninggalkan kewajiban shalat, puasa, jilbab dan kewajiban-kewajiban kasat mata lainnya. Tapi seakan tiada dosa ketika kita mengingkari ni&#8217;mat Allah dengan tidak bersyukur kepada-Nya sebagaimana mestinya. Padahal Allah ta&#8217;ala telah mengingatkan : &#8220;..dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;.(QS. 14 : 7)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Jadi agar tidak dikatakan kufur nikmat, lakukanlah tiga hal ini setiap kita mendapat nikmat :</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Akuilah di dalam      hati bahwa setiap nikmat yang kita terima semata-mata karena Allah yang      memberikan-Nya bukan karena kehebatan kita. </strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong>Ucapkanlah hamdalah      setiap nikmat itu datang, sekecil apapun dalam pandangan kita. </strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong>Gunakan suatu nikmat      sebagaimana tujuan ia diciptakan. Ketika Aisyah ra melihat Rasulullah      shalat hingga kaki beliau menjadi bengkak, Aisyah pun bertanya :&#8221;      mengapa engkau melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu      yang lalu dan akan datang?. Rasulullah menjawab :&#8221; Bukankah aku aku sepantasnya      menjadi hamba yang bersyukur?&#8221;. <span> </span><span> </span><span> </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mykhadijah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mykhadijah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mykhadijah.wordpress.com&amp;blog=4907866&amp;post=5&amp;subd=mykhadijah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mykhadijah.wordpress.com/2008/09/20/apa-itu-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59a3e151131d91f1b39d67fd87ff36c2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mykhadijah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
